Monday, March 2, 2015

take one step with me

02.03.2014 - 02.03.2015
Terimakasih untuk satu tahun kemarin yang luar biasa. Satu tahun yang penuh dengan macam-macam rasa. Dari mulai ketawa ketiwi gemes gregetan dongkol bahkan marah-marah.
Mari tetap bergandengan tangan menghadapi tahun-tahun selanjutnya. Terimakasih untuk hadiah terindah yang diberikan Wisanggeni Hamish Pangayom.
Luv u both :*

--Love, Ndanda--

Saturday, August 16, 2014

me and my boy

Sudah memasuki bulan ke 5. Cinta mommy ke baby B smakin dalam, haha rasanya seperti judul lagu saja. Kontrol terakhir ke bu dokter berat baby B yang harusnya 500 gram ternyata cuma 461 gram. Nak, klo mommy makan, baby juga ikut makan ya nak. Mommy sehat baby juga harus sehat.
Fokus minggu ini adalah menaikkan berat badan baby B. Padahal berat ang sendiri sudah naik 9 kg dan ini baru bulan ke 5. Wah..tak terbayangkan klo nanti sampe bulan ke 9. Semua asupan makanan ang makan agar berat baby B bisa ke berat normalnya.
Menu makanan yang bisa dibilang sangat sempurna, hehe. Telur ayam kampung dan sari kacang hijau tiap pagi ga pernah hilang dari catatan menu. Udah kayak ayam, wah nak, mommy sekarang klo cegukan sampe bunyi petok-petok.hahaha
Smoga minggu akhir agustus ini berat baby B mulai nambah. Luv u nak 

Saturday, December 1, 2012

week no end

"I'm not fine, i'm in pain, it's harder everyday...
Ditemani maroon 5 masih saja duduk ditempat yang sama dari sminggu yg lalu.
Week no end di awal bulan kedua belas ini. PR kerjaan dengan sifat autotomi kayak ekor cicak, satu selesai tumbuhnya ga brenti brenti.
Semakin lama hidup yang berwarna warni jadi terlihat hitam keabu-abuan. Kurasa ak sudah mulai jenuh dengan segala rutinitas ini.
Perlu membuat sesuatu baru ini untuk membuat hidup kembali berwarna warni.

Sunday, April 8, 2012

i want to be happy everyday

Ask most people what they want out of life and the answer is simple - to be happy. Maybe it's this expectation though of  wanting to be happy that just keeps us from ever getting there. Maybe the more we try to will ourselves to states of bliss, the more confused we get - to the point where we don't recognize ourselves. Instead we just keep smiling - trying to be the happy people we wish we were. Until it eventually hits us, it's been there all along. Not in our dreams or our hopes but in the known, the comfortable, the familiar.

Katanya aku tidak boleh mengeluh, just smile and everything will be okay. right??mbem, jangan nangis ya, jangan sedih ya.

Sunday, November 21, 2010

Aku MAU..sepenggal kisah Kartini..


 “Aku mau” dan dua kata sederhana itu telah membawaku melewati gemunung kesulitan. Aku tidak mampu, menyerah. Aku mau mendaki gunung itu. Aku tipe orang yang penuh harapan, penuh semangat. Jagailah selalu api itu! Jangan biarkan dia padam. Buatlah aku selalu bergelora, biarkan aku bersinar, kumohon. Jangan biarkan aku terlepas.
Sepenggal surat Kartini yang pernah kubaca. Kartini: satu tokoh epik dan tokoh tragik sekaligus. Dalam berbagai segi ia memenuhi syarat untuk itu: perempuan rupawan, cerdas, perseptif, pemberontak tapi juga anak bupati jawa, penuh cita-cita pengabdian tapi juga lemah hati, dan sementara itu terpojok, kecewa, terikat, dan akhirnya meninggal dalam umur  24 tahun.
Pemikir feminisme awal di Indonesia. Bukan karena gagasan feminisme maka Kartini ada, tetapi karena Kartini ada, maka ia seorang feminis.
Dengan segala kompleksitas cengkeraman feodalisme dan penjajahan yang begitu kuat , Kartini-yang hanya menikmati bangku sekolah rendah saja-mau dengan susah payah mampu menyikapi kondisi ini secara positif. Ia mau menanggapi panggilan hatinya yaitu untuk turut menyingkap kabut yang menimpa tidak hanya dunia kaum perempuan namun juga keterbelakangan dan kebodohan bangsanya.
Karena kemauan Kartini yang kuat itu, banyak hal menjadi keprihatinannya, dari sinilah lahir gagasan-gagasan ideal yang kemudian membawa Kartini untuk berperan. Salah satu pokok perjuangan Kartini terletak pada pertentangannya terhadap poligami. Memang Kartini juga sangat berperan dalam memperjuangkan untuk mendapatkan akses pendidikan bagi perempuan jawa. Namun disini aku ingin bercerita tentang perjuangannya menolak poligami.
Kita mengenal sosok Kartini hanya sebatas sebagai pejuang emansipasi perempuan. Kartini jarang diperbincangkan dalam lingkup yang lebih vareatif dan jarang dilihat sebagai pejuang masyarakat secara umum. Padahal kalo kita mau menelaah sedikit dan mendalami pikiran-pikiran Kartini ternyata banyak pikirannya yang masih terdengar amat keras di zaman ini. Lepas dari kegagalan Kartini yang pada akhirnya kembali kepangkuan adat. Dalam dunia internasional, Kartini adalah orang besar, terbukti dari banyaknya kajian atas gagasan-gagasannya dan karya terjemahan surat-suratnya dalam berbagai bahasa. Namun sayang dikalangan bangsanya sendiri Kartini tidak dikenal.  Generasi muda Kartini hanya hadir sebagai mitos. Bangsa yang tidak bisa menghargai bangsanya sendiri ya beginilah akhirnya..semrawut!!
Dalam kesetaraan gender, disebagian muslim kepeloporan Kartini belum bisa dimengerti. Konon jauh sebelum Islam masuk, tradisi bangsa kita sudah menempatkan perempuan dalam posisi yang selalu di bawah. Dengan masuknya Islam makin memperburuk keadaan perempuan yang sebelumnya memang sudah terpuruk oleh tradisi. Ajaran Islam malah menjadi legitimasi bagi superioritas laki-laki-dalam hal ini poligami. (hanya bercerita tak ada maksud memperburuk agama apapun)
…aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencintai, pertamakali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang ayah?yang hanya karena dia sudah bosan dengan istrinya yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal. Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa…
Begitu lugas, tegas, dan langsung pada sasaran cara Kartini melontarkan pandangannya. Dalam hal ini agama disalahgunakan untuk praktek birahi laki-laki. Bahkan menurut tradisi jawa perempuan masih dianggap sebagai “konco wingking”. Tentu saja untuk ukuran zaman sekarang, poligami adalah salah satu cermin keterbelakangan dan manifestasi dari tradisi yang buta.
Perjuangan Kartini yang seharusnya menjadi angin segar bagi kehidupan perempuan ternyata bermakna lain. Kegagalan Kartini yang pada akhirnya tidak berdaya, pulang dari medan perang kepada pangkuan tradisi poligami yang seharusnya dipahami sebagai torehan luka dalam rotasi sejarah bangsa kita malah dimaknai sebaliknya. Bagi mereka, kegagalan Kartini menjadi bukti konkret ajaran jawa gething nyandhing dan alok nemplok -barang siapa yang membenci sesuatu atau seseorang secara berlebihan pada akhirnya sesuatu atau seseorang yang dibenci itu akan berbalik menimpa dirinya sendiri .
Sosok Kartini hadir menjadi seorang yang istimewa, seorang pribadi yang berani mengemukakan pendapat dan mengambil kesempatan yang ada. Ia mau dan berani mengambil sikap walaupun berada di tengah kondisi sosial politik yang tidak bersahabat-terlebih bagi kaum perempuan-saat itu.
Kesetaraan gender ternyata sudah hampir berabad lalu diperjuangkan. Memang sudah mulai terlihat pada zaman modern ini. Perempuan sudah mulai dihargai kecuali dalam hal poligami. Poligami akan tetap ada ketika laki-laki masih mengagung-agungkan kepuasan birahinya dengan dalil agama. Aku sering bertanya pada diriku sendiri: apakah agama merupakan sebuah rahmat kalau prakteknya malah seperti ini? Kata orang, agama akan menjaga kita dari perbuatan dosa, namun berapa banyak dosa yang telah diperbuat atas nama agama.
Bukankah poligami merupakan sebuah dosa besar. Menyakiti hati orang lain, itu merupakan dosa besar bukan? Apalagi untuk seumur hidup…bullshit !! perempuan yang bilang ikhlas ketika dimadu. Perasaan tersakiti itu akan tetap ada.
…Aku bisa menjadi orang baik tanpa harus menjadi religius kan? Yang paling penting adalah menjadi orang baik. Aku sungguh ingin menjadi perempuan modern dan independen, yang melangkah dengan percaya diri dalam hidup, ceria dan kuat, antusias dan punya komitmen, dan terkadang menjadi pemberontak dan egois. Egois untuk mempertahankan apa yang aku punya.

Saturday, August 14, 2010

Ternyata Cuma Wanita Biasa

Dipikiranku memang ada banyak orang tapi dihatiku cuma ada kamu,ibu bpk ku,Allah,dan Rasullullah.
Tidakkah itu cukup untuk meyakinkanmu agar kita selalu berjalan seiring.
Sadarku saat ucapmu memiliki keluarga yang luar biasa,bertemu dengan orang-orang baik luar biasa tanpa menyebut namaku sepatah katapun.ingatan itu langsung menuju ke 16 des 2009,adakah yg kau punya selain aku saat itu?kutanya skali lagi adakah yg kau punya saat itu slain aku dan Tuhanmu.
aku punya rasa,aku punya iri,aku punya marah..ternyata aku cuma wanita biasa.